Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Influencer Mesir Dihukum Dua Tahun Penjara

Influencer Mesir Dihukum Dua Tahun Penjara Karena Unggah Video Menari di TikTok

Influencer Mesir Dihukum Dua Tahun Penjara Karena Unggah Video Menari di TikTokHaneen Hossam (kiri) dan Mawada El Adhm. ©instagram
Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada beberapa perempuan pada Senin karena mengunggah video menari yang disebut "tak senonoh" di aplikasi berbagi video TikTok.
Para perempuan ini juga didenda masing-masing 300.000 pound Mesir atau sekitar Rp 274 juta karena "melanggar nilai dan prinsip masyarakat Mesir," mendorong ke perbuatan asusila dan mengkampanyekan perdagangan manusia, menurut sebuah pernyataan dari jaksa penuntut umum (JPU), dikutip dari TIME, Rabu (29/7).
Kuasa hukum para perempuan ini berjanji akan mengajukan banding. Pernyataan JPU menyebut hanya dua terdakwa yaitu Haneen Hossam (20) dan Mawada El Adhm (22) dan tiga orang lainnya membantu terdakwa mengelola akun media sosial mereka.
Kedua perempuan muda ini terkenal di TikTok, memiliki jutaan pengikut. Dalam video berdurasi 15 detik, keduanya tengah berpose sambil makeup di mobil, menari di dapur dan bercanda - konten yang lumrah ditemukan di platform tersebut.
Tetapi hal itu bisa menjadi petaka di Mesir, di mana warga terancam masuk penjara karena tuduhan kejahatan yang tidak jelas seperti "menyalahgunakan media sosial," "menyebarkan berita palsu," atau "memicu tindakan asusila dan amoral."
Pengacara El Adhm, Ahmed El Bahkeri, membenarkan hukuman itu. JPU menilai foto dan video kliennya "memalukan dan menghina."
"El Adhm menangis di pengadilan. Dua tahun? 300.000 pound Mesir? Ini benar-benar sesuatu yang tak bisa dipercaya," kata Samar Shabana, asisten pengacara.
"Mereka hanya ingin pengikut. Mereka bukan bagian dari jaringan prostitusi mana pun, dan tidak tahu bagaimana jaksa mempersepsikan pesan mereka," tambahnya, merujuk pada unggahan mereka yang mendorong perempuan muda untuk berbagi video dan menyapa orang asing dengan imbalan uang di platform media sosial lainnya.
Meskipun Mesir tetap jauh lebih liberal daripada negara-negara Teluk, negara mayoritas Muslim ini telah mengarah ke konservatif selama setengah abad terakhir. Penari perut, diva pop, dan influencer media sosial menghadapi reaksi keras karena melanggar norma.
Petisi online yang beredar luas menggambarkan penangkapan itu sebagai "tindakan keras sistematis yang menargetkan perempuan berpenghasilan rendah," dan mendesak pihak berwenang untuk membebaskan sembilan perempuan muda yang ditahan dalam beberapa bulan terakhir karena mengunggah video TikTok. Hukuman pidana yang dijatuhkan pada dia perempuan ini adalah yang pertama.
Sumber :
merdeka.com

Posting Komentar untuk "Influencer Mesir Dihukum Dua Tahun Penjara"