Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KEK Mandalika Butuh 27.694 Tenaga Kerja

Siap-siap Daftar, KEK Mandalika Butuh 

27.694 Tenaga Kerja




PELUANG kerja di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika terbuka lebar. Tiga tahun ke depan, pengembangan KEK diperkirakan membutuhkan sedikitnya 27.694 tenaga kerja. Sebagian besar ada pada fase konstruksi. Sisanya tenaga kerja saat kawasan pariwisata ini sudah mulai beroperasi.
Kebutuhan tenaga kerja itu untuk beberapa proyek pembangunan di KEK Mandalika. Baik pembangunan infrastruktur yang dilakukan PT ITDC selaku pengelola kawasan maupun pembangunan hotel, restoran, dan sirkuit oleh investor.
”SDM untuk pengelolaan tidak banyak. Yang banyak SDM untuk properti yang dibangun investor,” kata Operations Head The Mandalika I Made Pari Wijaya usai sosialisasi kebutuhan tenaga kerja KEK Mandalika, di kantor Disnakertrans NTB, Kamis (23/7).
Ia mencontohkan, SDM hotel rasionya satu berbading lima. Sedangkan kebutuhan tenaga kerja ITDC sebagai pengelola kawasan hanya berupa tenaga inti pengelola, kemudian tenaga security, dan gardener atau tukang kebun.
”Yang banyak dibutuhkan nanti di sektor industrinya. Ada hotel, restoran, dan sirkuit,” katanya.
Dengan pemetaan kebutuhan tenga kerja itu, ia berharap institusi pendidikan, khususnya SMK dan balai latihan kerja (BLK) menyiapkan SDM sesuai kebutuhan.
Kebutuhan tenaga kerja dibagi menjadi dua kelompok besar yakni tenaga kerja pada tahap konstruksi yang dibutuhkan tenaga teknik.  Kemudian setelah beroperasi lebih banyak membutuhkan tenaga kerja hospitality.
”Mulai dari food and beverage, room service, dan security. Tentunya security hotel membutuhkan kualifikasi lebih juga, bisa bahasa Inggris,” katanya.
Total kebutuhan tenaga kerja, kata Pari Wijaya, akan berkembang sesuai tahapan pembangunan. Dihitung kebutuhan pada tahap konstruksi dan setelah beroperasi akan berbeda-beda.
Karena itu, ITDC mengharapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) NTB menjadi pihak yang menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan para penyedia.
Terkait tenaga kerja lokal, ITDC punya komitmen kuat untuk itu. Dari 582 orang tenaga kerja di KEK Mandalika saat ini, 69 persen atau 399 orang merupakan tenaga kerja asal NTB, 30 persen atau 178 orang merupakan tenaga kerja luar NTB, dan 1 persen atau 5 orang tenaga kerja asing.
”Itu di luar properti, hanya di ITDC sendiri,” jelasnya.
Kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan, lanjut Pari Wijaya, tentunya memiliki kriteria khusus. Mereka memiliki pendidikan yang bagus, memiliki kompetensi, dan penguasaan bahasa yang bagus.
”Karena bagaimana pun sebagai kawasan bintang lima membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas,” harapnya.
Selain itu, hal paling penting adalah orang yang memiliki etos kerja. Hal itu tumbuh dari dalam diri orang tersebut. ”Antara etos kerja, pendidikan, dan kompetensi ini harus seimbang semua,” ujarnya.
Khusus proyek Sirkuit Mandalika untuk MotoGP 2021, saat ini baru menyerap tenaga konstruksi. Setelah sirkut beroperasi, kebutuhan tenaga kerja sedang disiapkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).
”Termasuk kebutuhan tenaga di lapangan,” katanya.
Pembangunan konstruksi Sirkuit Mandalika sudah mencapai 50 persen pekan lalu. ”Target konstruksi selesai di pertengahan bulan Juni  2021,” jelasnya.
Kontraktor yang mengerjakan struktur lapis atas untuk aspal mulai bekerja pada awal Agustus. Sebelum diaspal konstruksi lapis atas harus kuat dengan beberapa tahap. ”Karena tiga lapis aspal nanti. Itu butuh waktu empat setengah bulan untuk aspalnya saja,” ujarnya.
Pengaspalan butuh waktu lama karena butuh campuran khusus, standar kualitas aspal, dan teknis pengaspalan khusus. ”Alatnya khusus juga,” jelasnya.
Ia berharap hambatan seperti permasalahan lahan cepat selesai, sehingga pembangunan selesai tepat waktu.
Menurutnya, warga NTB harus bersyukur. Sebab, dengan keberadaan KEK Mandalika dan MotoGP, semua proyek  tetap dijalankan meski sedang ada pandemi Covid-19.
”Walaupun di daerah-daerah lain ada yang dihentikan ada yang ditunda, kita tidak ada,” ujarnya.
Sebab itu, semua elemen masyarakat di NTB harus merapatkan barisan. Tidak boleh lengah dan fokus menyukseskan event tersebut agar pembangunan tetap jalan. ”MotoGP ini harus jadi, karena ini pertaruhan negara,” kata Pari Wijaya.

13 Titik Lahan ITDC Diklaim Warga

Terkait lahan, Pari Wijaya benar-benar berharap secepatnya tuntas. Jangan  sampai persoalan itu membuat pembangunan terhambat.
Persoalan lahan di kawasan itu dibagi menjadi tiga tipe masalah. Pertama lahan enklave seluas 10 hektare yang masih dalam proses pembebasan. Kedua, persoalan lahan ITDC yang diklaim warga di 13 titik. Ketiga, lahan yang diakui warga sebagai lahan ITDC, mereka memijam tetapi belum dimanfaatkan.
Lahan enklave sedang dalam proses penyelesaian. Jual beli melalui mekanisme pengadilan. Sebab, ITDC dan pemilik lahan belum menyepakati soal harga lahan.
Sementara 13 titik lahan ITDC yang diklaim warga masih menunggu validasi dan klarifikasi Forkopimda. Kemudian lahan yang dipinjam, ITDC akan berkoordinasi dengan pemda agar warga bisa segera direlokasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Hj Wismaningsih Drajadiah mengharapkan, dengan pemaparan dari ITDC, SMK dan balai latihan kerja menyiapkan SDM sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
”Jangan lagi nanti ribut ini ITDC tidak mau menyerap, padahal kita tidak menyiapkan SDM seperti yang diharapkan,” jelasnya.
Pertemuan itu digelar agar kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja nyambung. Standar kebutuhan kompetensi yang disiapkan sudah jelas, bukan membuat standar sendiri yang tidak nyambung dengan kebutuhan.
”Misalnya masalah bahasa. Kan yang penting mereka bisa berkomunikasi. Jangan BLK ngejarnya ke grammar saja,” katanya. (ili/r6)

Estimasi Kebutuhan Tenaga Kerja KEK Mandalika

TAHUN 2020
· Tahap konstruksi 850 orang
· Saat beroperasi 494 orang
TAHUN 2021
· Tahap konstruksi 650 orang
· Saat beroperasi 314 orang
TAHUN 2020
· Tahap konstruksi 400 orang
· Saat beroperasi 986 orang

Sumber: Diolah dari data ITDC




Posting Komentar untuk "KEK Mandalika Butuh 27.694 Tenaga Kerja"