F4BFAC987F00CA5AD1C3B8284BCBE7F2 Jenis-Jenis Layanan Hosting - Hans Dayli

Jenis-Jenis Layanan Hosting

Jenis-Jenis Layanan Hosting


Apakah Anda tahu jenis layanan hosting yang tepat untuk kebutuhan website Anda? Jika belum, ada baiknya Anda mengetahui bahwa ada empat jenis hosting yang biasanya ditawarkan, yaitu shared web hosting, Web Hosting Unlimited, cloud hosting, VPS Hosting, WordPress Hosting, hingga dedicated hosting.

Artikel ini akan membantu Anda untuk mengenali kekurangan dan kelebihan masing-masing agar dapat menentukan jenis layanan hosting yang tepat. Selamat membaca!

Apa Itu Layanan Web Hosting?

Web hosting adalah layanan penyewaan server untuk menyimpan data sebuah situs agar dapat ditampilkan kepada pengguna internet yang mengaksesnya. Untuk memahami cara kerja web hosting secara lebih lanjut, Anda dapat membaca artikel ini.

4 Jenis Layanan Hosting

Setiap perusahaan web hosting menawarkan jenis hosting yang berbeda-beda. Akan tetapi, ada empat tipe yang dapat ditemui secara umum, yaitu shared, cloud, VPS, dan dedicated hosting. Pada bagian ini, Anda akan diajak untuk mengenali kelebihan serta kekurangan masing-masing jenis agar dapat memilih layanan web hosting terbaik yang cocok.

1. Shared Hosting

Shared hosting adalah jenis yang tepat jika Anda belum berpengalaman dalam membuat dan menjalankan website. Tak hanya itu, layanan hosting ini juga cocok untuk website dengan traffic yang belum tinggi atau jumlah pengunjung sedikit.

Kelebihan

Shared hosting adalah pilihan tepat untuk pemula karena kemudahan penggunaannya. Jenis hosting ini bersifat fully managed. Dengan kata lain, pengelolaan dan konfigurasi server ditanggung oleh penyedianya.

Dari sisi operasional pun biasanya pengguna shared hosting dimanjakan dengan panel kontrol yang mudah digunakan, seperti cPanel.

Yang tak kalah menarik, layanan hosting ini umumnya ditawarkan dengan harga terjangkau. Bisa Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per bulan. Walau demikian, shared hosting bisa diandalkan bagi website yang tidak memakan sumber daya besar.

Untuk mendapatkan sumber daya lebih besar, ada dua opsi yang bisa Anda pilih: cloud hosting dan VPS hosting. Bagi Anda yang menginginkan kemudahan, cloud hosting adalah pilihan yang lebih tepat. Namun, VPS hosting lebih cocok apabila Anda memiliki keahlian teknis untuk mengelola server.

Kekurangan

Shared hosting memang mudah digunakan dan tidak memakan biaya besar. Namun, sumber daya yang ditawarkan jenis web hosting ini sangat terbatas. Selain itu, satu server shared hosting digunakan oleh beberapa website. Oleh karenanya, overload pada salah satu website dapat berdampak pada website lainnya.

Ditambah lagi, pengguna jenis hosting ini tidak mendapatkan akses untuk mengubah konfigurasi server agar sesuai dengan kebutuhan website.

2. Cloud Hosting

Anda tidak memiliki pengetahuan teknis tetapi website membutuhkan sumber daya lebih besar? Cloud hosting adalah jawabannya. Jenis web hosting ini menawarkan kemudahan penggunaan yang ada pada shared hosting, tetapi dengan kapasitas penyimpanan serta bandwidth yang lebih tinggi.

Kelebihan

Seperti yang baru saja disebutkan, cloud hosting adalah jenis hosting yang juga ramah pengguna. Seperti pada jenis layanan hosting sebelumnya, cloud hosting juga bersifat fully managed. Dengan demikian, perhatian dan waktu Anda bisa lebih terfokus pada pengelolaan website — atau toko online, bagi yang memilikinya.
Akan tetapi, keunggulan utama cloud hosting terletak pada mekanismenya. Data website pengguna diduplikasi dan disimpan di beberapa server. Jika satu server mengalami masalah, server lainnya akan diaktifkan agar website tetap dapat berjalan.

Ditambah lagi, sumber daya server cloud hosting tidak digunakan bersama-sama seperti pada shared hosting. Dengan demikian, website Anda tidak akan melambat jika ada website lain yang mengalami overload.

Kekurangan

Di samping kecanggihan yang ditawarkan cloud hosting, biaya yang perlu dikeluarkan pengguna tidak rendah. Sebagai contoh, layanan cloud hosting ada yang Rp.100.000 hinga Rp. 250.000 per bulan. Selain itu, akses konfigurasi server juga tidak diberikan di jenis web hosting ini.

3. VPS Hosting

VPS atau virtual private server hosting merupakan opsi bagi pengguna yang membutuhkan sumber daya besar dan keleluasaan lebih dalam menyesuaikan pengaturan server dengan kebutuhannya. Kabar baiknya, jenis layanan hosting ini umumnya lebih terjangkau daripada cloud hosting.

Kelebihan

Konsep VPS hosting sebetulnya mirip dengan shared hosting — satu server digunakan oleh beberapa website sekaligus.

Akan tetapi, sumber daya VPS hosting bersifat dedicated. Dengan kata lain, performa website Anda tidak akan terpengaruh masalah yang terjadi pada website pengguna lain.

Tak hanya itu, pengguna VPS hosting dapat menikmati keunggulan-keunggulan berikut:

Bebas memilih sistem operasi server — Anda bisa menentukan sistem operasi yang digunakan server agar sesuai dengan kemampuan teknis Anda atau kebutuhan website

Keleluasaan dalam menentukan jenis panel kontrol — VPS hosting menawarkan opsi panel kontrol canggih seperti Webuzo dan VestaCP. Namun, pengguna juga dapat memilih cPanel untuk kemudahan
Root Access — Anda memiliki kebebasan untuk mengubah berbagai pengaturan server hosting yang digunakan

Dedicated IP — Reputasi IP address website Anda tidak akan dipengaruhi oleh website lain. Untuk memahami hal ini lebih lanjut, Anda bisa membaca artikel ini.
Fitur-fitur tersebut bisa Anda dapatkan dengan harga yang lebih rendah daripada cloud hosting. biaya layanan VPS hosting dimulai dari Rp 104.000 per bulan.

Kekurangan

Meskipun menawarkan root access, VPS hosting bersifat self-managed yang artinya Anda bertanggung jawab untuk mengelola server sendirian.

Oleh karena itu, pengetahuan tentang server adalah hal utama yang perlu Anda miliki jika ingin menggunakan VPS hosting. Pasalnya, berbagai pengaturan server yang ada membutuhkan keahlian dalam menggunakan command line yang sesuai
dengan sistem operasi server.

Apabila tidak memiliki pengetahuan teknis tetapi membutuhkan kapasitas penyimpanan dan bandwidth yang lebih besar dari shared hosting, cloud hosting adalah pilihan yang lebih cocok untuk Anda.

4. Dedicated Hosting

Dedicated hosting adalah sebuah “upgrade” dari VPS hosting. Kemampuannya sama seperti jenis web hosting yang barusan dibahas. Akan tetapi, satu server hanya dipakai oleh satu pengguna.

Kelebihan

Dengan server yang didedikasikan untuk Anda seorang, Anda tidak perlu takut akan downtime. Selain itu, kapasitas penyimpanan yang didapatkan pun tentunya lebih besar dari yang ditawarkan ketiga jenis layanan hosting di atas. Karena inilah dedicated hosting sangat cocok untuk website dengan banyak data dan pengunjung.

Selain itu, dedicated hosting juga memiliki keunggulan yang ada pada VPS hosting, termasuk root access, dedicated IP, serta kebebasan memilih sistem operasi serta panel kontrol.

Kekurangan

Seperti VPS hosting, pengoperasian dedicated hosting mewajibkan Anda untuk memiliki pengetahuan teknis tingkat tinggi karena pengelolaan server tidak dilakukan penyedia hosting.

Ditambah lagi, biaya jenis hosting ini paling mahal dibandingkan jenis lainnya — harga rata-ratanya di atas satu juta rupiah per bulan.
Jenis Layanan Hosting Mana yang Tepat?

Anda bisa menganggap layanan web hosting sebagai sebuah investasi jangka panjang. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jenis web hosting yang tepat bagi website Anda. Jika salah pilihan, situs Anda mungkin tidak akan berjalan seperti yang telah direncanakan dan uang yang Anda keluarkan terbuang sia-sia.

Agar lebih mantap dalam menentukan pilihan Anda, kelebihan dan kekurangan keempat jenis layanan hosting pada bagian sebelumnya kami rangkum dalam tabel di bawah ini.
Lalu, jenis hosting manakah yang tepat untuk Anda? Jawabannya tergantung pada jenis website dan kemampuan teknis yang Anda miliki.

Sekian, semoga bermanfaat

Belum ada Komentar untuk "Jenis-Jenis Layanan Hosting "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel